Sabtu, 18 Mei 2019

Anak-anak Tempo Dulu Tanpa Gadget Bermain Dengan Alam


Main bola



Main layangan


                       Mandi di kali 





Di depan rumah saya di jalanan gang di BANTUL paling utara tiap sore selalu ada pemandangan yang mengingatkan masa kecil.Anak-anak usia SD bermain bola plastik kelihatan riang gembira.Ada sekitar 8-10 orang sementara yang tidak ikut main asik dengan gadgetnya masing-masing.

Sebenarnya saya tidak keberatan dengan kegiatan mereka,yang bikin jengkel kadang nendang bolanya asal-asalan mengenai tanaman di halaman rumah.Tapi mau gimana mereka sebagian anakt tetangga,sementara buat area main hampir tidak ada lagi.

Kalau sekarang ada orang tua yang kuatir anak jaman NOW terlalu sibuk dengan dirinya sendiri sebenarnya bukan salah 100 %.Gimana mau bermain ruang publik hampir tidak ada lagi.Orang tua juga merasa kuatir kalau mainnya terlalu jauh di mana masih ada lapangan terbuka.

Akhirnya anak-anak pilihannya jatuh main gadget.Dengan satu alat ini mereka bisa mendapat berbagai macam hiburan.Tidak pernah kita bayangkan kecanggihan Gadget keluaran sekarang bisa menggantikan berbagai macam alat .Kita bisa nonton film,berita,lagu,bola,membaca,kirim foto,kirim surat, juga komunikasi.

Orang tua sebenarnya bukan saja takut anaknya jadi individual tapi jadi malas belajar.Main game salah satunya bikin anak kecanduan betah main berjam-jam selain pemborosan apalagi mainnya game online.Saya jadi ingat kemaren ponakan yang masih SD selama test hpnya disita ibunya biar belajarnya bisa tekun.

Bukan itu saja membuka chanel video sering di lakukan usia anak.Mereka nonton film,musik   contenya kurang bagus untuk usia mereka.Belum lagi berita hoak belakangan marak,tanpa saringan percaya  mereka lihat.

Admin jadi ingat masa saat usia SD seringnya main di luaran secara ramai-ramai bersama teman seusia seperti :

1.MAIN BOLA.

Main bola sering di lakukan juga pada jaman dulu.Bermainnya biasanya di sungai,sawah saat musim kemarau.Bisa juga di tanah terbuka waktu itu kebetulan halaman rumah sebagian masih cukup luas bisa untuk bermain bola.Bola yang di gunakan masih memakai plastik atau karet.Sore hari waktu yang paling tepat setelah itu bisa langsung mandi

. 2.MANDI(CIBLON) DI KALI.

Belum lama saya melewati kampung halaman dan cukup peihatin melihat Kali(sungai)dulu sering untuk main.Selain terjadi penyempitan airnya tidak sebening dulu.Padahal Kali tempat favorit selain bermain bola,ciblon (mandi )bersama teman.Jujur saya ,juga anak lainnya bisa berenang di Kali yang terletak tak jauh dari kampung.

Mandi di kali bisa di lakukan kapan saja baik musim penghujan maupun kemarau.Kedung biarpun kemarau tetap ada airnya karena merupakan bagian Kali paling dalam.Disini lokasi paling favorit karena kita bisa loncat dari atas.Kadang main getek menggunakan gedebok pisang yang penting senang.

   3.MANDI AIR HUJAN.

Hujan merupakan berkah bagi anak-anak.Mereka bukannya takut kedinginan malahan di jadikan bermain-main.Dengan menggunakan celana tanpa baju berlarian,main bola,atau kejar-jejaran.Bukan saja anak laki,yang perempuan kadang ikut main hujan-hujanan.

Entah mengapa seingat  saya jarang sekali sesudahnya anak yang sakit.Karena sudah kebal jadi terbiasa,beda jaman sekarang orang tua kebanyakan takut anak bermain hujan-hujanan.Lagian anak-anak banyak pilihan bisa nonton TV maupun main game HP.

   4.Bermain sepeda.

Waktu kecil dulu saat liburan sering bermain sepeda ramai-ramai.Selain pergi ke desa tetangga,kadang  main di rumah saudara.Biasanya lewat jalan kampung melewati persawahan.Selain jalannya aman bisa lihat pemandangan petani di sawah.Saat musim hujan mereka sibuk mencangkul atau menanam.Sebalilnya masa paben kesibukan memotong padi(ani-ani).

Sepeda yang di gunakan bukannya model bmk/mini seperti sekarang.Sepeda ukuran dewasa yang ada palangnya di depan atau model perempuan yang populer sebutan "Sepeda Jengki".Supaya tidak kelaparan/haus dari rumah bawa bekal minuman,cemilan ringan.

   5.Main Layangan.

Saat musim kemarau mainan yang sering di mainkan anak-anak cukup banyak.Tapi paling populer tentunya layang-layang.Bukannya beli seperti sekarang,layangan buat sendiri.Biasanya teman lebih besar yang mengajari.Begitu juga benang gelasan buat sendiri dengan mencampur tumbukan kaca yang di ayak di campur ancur( dimasak dulu dengan api seperti bubur cair).

Tempat populer main layangan waktu itu selain alun-alun,tanggul kali,persawahan,Pasar juga koplak.Paling seru kalau adu layangan kalau menang rasanya puas sekali.Begitu juga saat mengejar layangan biarpun tidak dapat rasanya senang banget.

   6.Mancing

Mancing selain hobi juga rekreasi sekaligus bermain.Biasanya di kali yang ada kedungnya banyak ikannya.Kadang harus bersepeda atau jalan kaki untuk mencari lokasi mancing.Waktu itu air masih cukup jernih ikan juga banyak.Selain dapat ikan,melihat pemandangan disekitar,juga bisa sekakiyan ciblon(mandi).Sayang untuk saat ini mencari kali seperti jaman dulu rasanya hampir tidak ada lagi.

   7.Naik Gunung(Bukit)

Di tempat tinggal waktu kecil tak jauh membentang gunungan(bukit)hijau.Jaraknya sekitar 6 sampai 7 km dari rumah,lumayan jauh untuk anak ukuran SD.Saat liburan sekolah sering ramai-ramai bersama teman lebih besar naik.Biasanya jalannya pagi hari sebelum matahari terbit supaya tidak kepanasan di jalan.

Dengan berbekal minuman/makanan menaiki bukit waktu itu masih rindang hijau pepohonan.Melewati sungai,jalan menanjak,ladang petani.Tujuan utama tentunya Curug(air terjun),letaknya tak jauh dari puncak bukit.Selain bisa melihat pemandangan bawah dari atas,mandi di curug tujuan utamanya.

Ukuran  tidak begitu lebar tapi bisa main sepuasnya.Air yang jernih,ada air terjun,atau loncat dari pohon ke bawah.Pokoknya senang kadang lupa waktu kalau sudah main di sini.

Sebenarnya masih banyak mainan anak waktu itu baik di lakukan di halaman rumah atau teras rumah.Ada yang menggunakan alat mainan,atau tanpa alat.Seperti main gambar,karet,petak umpet,kelereng.Permainan di atas hampir semuanya dimainkan beramai-ramai.Selain menambah teman adanya hubungan sosial sehingga anak tidak asik bermain sendiri.