Kamis, 10 Oktober 2019

Mas Sawujud Pulang Kampung Jualan Sate Blog Blog






Bagi anak muda yang baru lulus SLTA kalau tidak meneruskan kuliah pasti ingin merantau ke kota besar seperti Jakarta ata Bandung.Kalau perempuan biasanya di garment sementara yang laki lebih banyak pilihannya bisa di pabrik lainnya.

Sayang impian indah dari teman-teman yang duluan merantau saat mudik lebaran dengan tampilan mentereng kadang jauh dari kenyataan.Seperti pengalaman Mas Sawujud yang admin temui di depan pasar Karanganyar Kebumen.Sambil membakar sate ayam khas karanganyar "Sate Blog Blog",bercerita pengalamannya saat merantau ke krawang.

Lulus SMAN Petanahan tahun 2007 seperti teman sekampungnya ingin ke kota sekitar Jakarta.Sayang bukannya pekerjaan yang di impikan di dapat, tahun pertama hanya bisa membatu orang jualan buah di pasar.Biarpun tidak sesuai hatinya tetap di jalani supaya dapat bertahan hidup.Pekerjaan ini hanya dilakoni sekitar satu tahun saja.

Memang kalau sedang rejekinya akhirnya bisa dapat pekerjaan sesui keinginannya di perakitan motor biarpun sebagai pekerja kontrak yang tiap saat siap diperhentikan.Lumayan penghasilan juga cocok tapi cobaan datang.Krisis ekonomi banyak pengurangan tenaga kerja mas Sawujud kena dampaknya.

Untungnya dia masih bisa bekerja cuma masih berhubungan yaitu di pabrik seprepat motor.Tapi sama seperti di perakitan hanya sebagai pekerja kontrak.Tapi akhirnya karena menyadari tidak mungkin jadi karyawan tetap dihati kecilnya ingin pulang kampung ke Candi Wulan Karanganyar Kebumen.Bukan itu saja Bapaknya yang  berjualan sate khas karanganyar "Sate Blog Blog",sudah kurang sehat berjualan berkeliling.

Tiga Generasi.

Ternyata mas Sawujud memang keturunan penjual sate di warisi  dari  simbah Marta generasi pertamanya.Tentunya waktu itu penjualnya masih memikul dagangannya.Bunyi blog-blog dari kotak sate yang di pukul kayu itulah mungkin yang jadi nama sate khas Karanganyar-Kebumen "Sate Blog Blog".

Anak mbah Marta yang bernama pak Gino jadi penerusnya.Mengikuti jaman jualannya sudah tidak di pikul lagi tapi memakai sepeda.Selain tidak capai jualannya bisa lebih jauh keliling sekitar karanganyar.

Sementra Mas Sawujud boleh di bilang pedagang sate modern.Sepeda sudah di tinggalkan tapi kotak sate dan pembakarnnya sudah dimodifikasi pakai motor.Juga memanfaatkan kemajuan tehnologi tidak perlu mukul mukul kotak lagi.Pelanggan bisa memanggilnya lewat WA atau telpon biar lebih memudahkan kalau ada yang pesan.




Mas sawujud bakar sate.


Ternyata pilihannya pulang kampung tidak salah.Biarpun jualan sate khas karanganyar kalau di bandingkan waktu di krawang penghasilannya tidak kalah.Apalagi saat liburan sekolah,tahun baru dan puncaknya liburan Lebaran bisa 2 sampai 3 kali lipat untungnya.Dan ketika di tanya saat lebaran ia tidak ikut latah menaikan harganya masih tetap harga hari biasa.Biarpun harga ayam dan bumbu naik tapi ngambil untungnya dari dagangannya yang laku banyak.

Untuk belajar buat sate belajar dari Bapaknya yang kini sudah meninggal.Selain pilihan ayam bumbunya mengikuti resep warisan.Ternyata di desanya candi wulan hampir tiap warganya banyak jualan sate blog blog.Tapi jualannya tidak di karanganyar saja ada yang keliling kampung sekitar,alun alun Kebumen,Pasar Gombong dan Mas Sawujud bersama 3 temannya mangkal tiap hari di depan pasar Karanganyar Kebumen.Salah satunya adiknya sendiri yang dulu pernah merantau seperti dirinya.

Untuk  hari biasa menggunakan 4-5 kg ayam.Satu kg bisa menjadi 80 tusuk atau 4 porsi.Perlu di ketahui ukuran seporsi sate blog'blog adalah 20 tusuk daging ukuran sedang.Tapi kalau bilang 10 tusuk (1/2),porsi juga di layani.Dan bumbunya sama seperti sate Ambal bumbunya campuran kacang dan tempe.Kalau mau bisa tambah kupat untuk pengganti makan malam.

Dulu kupat sate blog blog bungkusnya bukan plastik atau daun pisang tapi daun bambu namanya sumpil.Tapi sekarang daun bambu kecil kecil susah untuk membuat kupat.Tapi menurut penuturan mas Sawujud satu-dua pedagang yang tua masih ada yang membuat sumpil.

Ketika di tanya penghasilan setidaknya dapat 80 % nya.Dan iseng di tanya enggak pingin balik ke Jakarta lagi...dengan tegas udah mantep jualan Sate Blog-Blog.Sekarang udah punya istrinya dengan satu anak.Utuk menambah pengsilan buka warung jajanan anak.Asal di tekuni usaha apapun pasti menghasilkan keuntungan.Tapi anehnya tidak seperti sate Ambal banyak yang jualan berupa warung.Kata mas Sawujud sate blog blog menurut penuturannya   semua jualan keling atau mangkal di pusat keramain.

Semoga laris jualan sate"Blog Blog" khas karanganyar (candi wulan), bukan itu saja Kebumen sedang giat menggalakan destinasi wisata baik alam,budaya,wisata kekinian,juga kuliner.Siapa tahu sate blog Blog bisa jadi ikon baru kuliner Kebumen yang udah ada seperti Lanting,Soto Gombong,Sate Ambal jajanan khas lainnya.





Sate blog blog plus kupat


Toko jajanan khas karanganyar




 pedagang Sate pasar karanganyar.